Masih Prospekkah Usaha Dropship ?

Banyak yang sudah tahu dengan usaha dropship, tapi masih banyak yang menyangsikan dropship bisa memberi keuntungan yang lumayan. Seperti saya dulu juga sangat tidak tertari dengan usaha dropship. Meski dijelaskan dengan panjang lebar oleh teman dan saudara, saya masih sangsi apakah dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan dibanding dengan pekerjaannya. Kemudian saya lanjutkan dengan baca-baca di forum, ada yang bisa menghasilkan hingga belasan-puluhan juta per bulan. Barulah ada pertanyaan timbul, bagaimana caranya ?

Saya sering memperhatikan banyak Ibu-ibu yang menjalankan usaha dropship. Dengan cara yang masih tradisional, ambil foto barang dari supplier dan jual lagi melalui channel online yang lain. Secara hasil keuntungan tidak sebesar usaha online saya saat itu, yaitu pembuatan tas souvenir dan mukena yang saya jual secara online. Jadi ketika membaca di forum ada orang yang sukses berbisnis dropship, saya tertarik untuk melakukan riset.

Para ahli internet marketing ketika menjalankan usaha dropship, tidak dengan cara tradisional seperti yang saya perhatikan pada bisnis-bisnis Ibu-ibu di awal booming online melalui facebook. Cara-cara yang para internet marketing ini menggunakan cara yang biasa digunakan untuk menjalankan affiliate dan lain-lain dalam dunia internet. Ada beberapa cara :

  1. Memanfaatkan sosial media, facebook dan instagram
  2. Memanfaatkan marketplace
  3. Menggunakan teknik SEO

Diawali dengan banyaknya jualan di facebook hingga wall facebook dipenuhi orang jualan, para ahlinya internet marketing menggunakan facebook untuk marketing juga tapi menggunakan teknik yang lebih canggih. Teknik graph search, targeting facebook ads hingga membuat custom audiences pada facebook ads. Teknik-teknik ini tidak mudah untuk didapatkan ilmunya. Sebuah kursus facebook ads bisa berharga jutaan. Buku facebook ads juga dijual dengan harga ratusan ribu. Tapi sebagai hasilnya, omzet penjualan dropship bisa berlipat-lipat dengan target market yang tepat.

Cara lain adalah memanfaatkan marketplace. Di Indonesia, marketplace tumbuh sangat banyak, lain dengan negara lain (bahkan saya belum mengerti mengapa di negara lain marketplace tidak tumbuh banyak). Membuka toko di marketplace biayanya gratis. Dan yang dilakukan para ahli internet marketing ini adalah membuat toko di marketplace sebanyak-banyaknya dengan barang yang dijual juga sebanyak-banyaknya. Katanya untuk mengejar kuantiti. Memang dengan kuantiti banyak, hasil yang didapatkan juga banyak.

Yang terakhir pasti dengan Search Engine Optimization (SEO). Ini ilmu tersendiri lagi yang tidak mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ketika ranking sudah naik di Google dan muncul di halaman pertama, penjualan datang sendiri tanpa promosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *